Selamat Datang

Selamat Datang
Home » » SI BUDI KECIL

SI BUDI KECIL

Oleh : Suwiyono, A.Md 
Pendamping UPPKH Kecamatan Paliyan Gunungkidul

Si Budi adalah salah satu anak peserta PKH, berumur 10 tahun, rumah Paliyan Tengah, Karang Duwet, Paliyan, Gunungkidul. Rumah ukuran 8 X 5 m, lantai tanah dan berdinding dari bambu atau gedeg orang Jawa menyebutnya. Si Budi  tinggal di rumah bersama neneknya (Ibu Ngadilah), sedangkan ibu dan saudaranya memiliki keterbelakangan mental dan ayahnya pergi tak tau kemana.
 Karena keadaan keluarganya si Budi ini memiliki sifat minder, tertutup dan tidak bersemangat tapi si Budi ini kecil-kecil suka banget dengan cewek padahal umurnya baru 10 tahun. Awalnya si Budi tidak pernah sekolah dan tidak mau sekolah. Si Budi ini awalnya sangat keukeuh/teguh pendirian atas keinginannya untuk tidak sekolah, sangat susah dipengaruhi untuk sekolah.
Kemudian saya sebagai pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) memotivasi agar mau sekolah dengan menjelaskan dan menekankan pentingnya sekolah untuk masa depan. Dalam pendampingan saya, si Budi selalu saya ajak ngobrol sambil saya rayu dan bercerita-cerita, kebetulan si Budi ini suka mencari belalang. Dengan kegemarannya mencari belalang itu saya sering ajak ngobrol seputar cara mencari  belalang, saya katakan kepada si Budi untuk mencari belelangpun agar mendapat belalang yang banyak ada cara yaitu ilmunya mencari belalang. Si Budi pun terlihat memikirkan apa yang saya katakan. Dengan percakapan itu juga si Budi secara tidak langsung menceriterakan tentang keinginannya. Pendampingan itu saya lakukan setiap dua kali dalam satu minggu secara rutin selama kurang lebih 5 bulan , kemudian si Budi juga saya antar ke program motivasi anak di SKB (Sanggar Kegiatan Belejar) di Wonosari beberapa kali, agar tertarik untuk sekolah dan juga melihat dunia luar sehingga berfikir luas. Akhirnya si Budi mau masuk  sekolah. Si budi sekolah di SD Muhammmadiyah Karang Duwet, Paliyan, Gunungkidul. Oleh neneknya dibelikan seragam, buku, tas dan peralatan sekolah dengan dana bantuan dari PKH (Program Keluarga Harapan). Si Budi terlihat senang sekali di belikan peralatan sekolah, neneknya pun juga sangat senang melihat si Budi akhirnya mau sekolah.
                Awal masuk sekolah si Budi sempat membuat ulah dengan suka mencium anak-anak perempuan di sekolahnya karena si Budi ini gemes kalau melihat cewek, sehingga siswa perempuan di sekolah takut dengan si Budi. Dengan nasehat dari gurunya akhirnya  si Budi tidak membuat ulah lagi. Di sekolahnya si Budi hanya bisa menulis angka 2 saja dan sempat akan dimasukkan ke SLB (Sekolah Luar Biasa) karena memang tidak seperti anak-anak lainnya hanya bisa menulis angka 2 tersebut. Berlangsung beberapa waktu dengan bimbingan guru-gurunya si Budi sekarang tumbuh menjadi anak yang baik, tidak mencium anak-anak perempuan di sekolahnya lagi dan sudah bisa menulis, serta membaca, meskipun tulisannya belum rapi. Si Budi senang sekali ketika menerima rapot dan melihat nilai di raportnya apalagi ketika kenaikan kelas si Budi sangat senang karena kadang dibelikan sepatu baru oleh neneknya. Hal itu membuat Si Budi rajin masuk sekolah hingga sekarang sudah kelas 2 SD (Sekolah Dasar). Sejak masuk sekolah dan bergabung bersama-sama dengan teman-teman sebayanya si Budi menjadi anak yang tidak pemalu lagi dan menjadi anak yang lucu dengan semua tingkahnya.



                                                                                               

0 komentar:

Posting Komentar

Sekilas Tentang PKH

Program keluarga Harapan (PKH) merupakan suatu program penanggulangan kemiskinan. Kedudukan PKH merupakan bagian dari program-progra...

Resources

Diberdayakan oleh Blogger.

Categories